Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Kamis, 09 Januari 2014

Filled Under:

Tata Tertib Khusus

Tata tertib khusus

a. Tata tertib saat belajar

1.      Semua santri hendaknya berusaha datang tepat (awal) waktu sesuai dengan hari dan jam yang dipilih.
2.      Sambil menunggu giliran setor hendaknya para santri berusaha memperlancar hafalan dengan memperdengarkan hafalan baru kepada teman yang ada (saling berpasangan / simak menyimak).
3.      Setelah menyetorkan hafalan baru dan muroja’ah sebagian hafalan baru kepada ustadzah maka santri segera mundur dan kemudian muroja’ah sebagian hafalan yang lain kepada teman hingga waktu belajar selesai.
4.      Agar memperoleh keadilan maka teknis muroja’ah berpasangan adalah satu santri menyimakkan hafalannya kepada teman sebanyak satu halaman kemudian bergantian ia yang menyimak hafalan teman sebanyak satu halaman juga, begitu seterusnya hingga waktu selesai.
5.      Mengingat terbatasnya waktu maka ustadzah dapat menyimak hafalan dua orang sekaligus.
6.      Ustadzah hendaknya membuatkan jadwal muroja’ah di rumah masing-masing santri dan santri wajib melaksanakan sesuai jadwal yang telah dibuat.
7.      Majelis ditutup dengan membaca do’a dan hamdalah bersama-sama.
8.      Jika santri sedang berhalangan (sedang Haid / nifas) maka santri diberi kebebasan untuk memilih tetap setor atau tidak sesuai keyakinannya masing-masing. Jika tidak setor wajib memberi tahu ustadzah.
9.      Selama masa belajar santri diperkenankan membawa air minum.


b.  Tata tertib ziyadah

1.      Teknis menambah hafalan, yaitu :
a.       Setiap santri wajib membaca dan memahami arti setiap ayat yang akan dihafal. Lebih utama lagi jika mau membaca dan memahami tafsirnya.
b.      Mengulang setiap ayat yang dihafal minimal 40 kali, dengan ketentuan : 10 kali membaca dengan tartil sambil melihat mushaf, 10 kali menghafal dengan buka tutup mushaf, 10 kali menghafal dengan tanpa melihat mushaf, dan 10 kali menghafal sambil jalan-jalan atau aktivitas lainnya.
c.       Mengutamakan kualitas hafalan dari pada kuantitas hafalan.
d.      Memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti: tengah malam atau habis shalat subuh.
2.      Syarat diterimanya hafalan oleh Ustadzah :
a.       Kesalahan hafalan maksimal satu kali tiap halaman.
b.      Kesalahan tajwid maksimal dua kali tiap halaman.
3.      Jika hafalan ditolak maka santri segera mundur dan memperbaiki hafalan kemudian menyetorkannya lagi kepada ustadzah. Jika ditolak lagi maka itu menjadi PR bagi santri untuk kemudian disetorkan lagi pada pertemuan berikutnya dan santri tidak diperkenankan menambah hafalan baru untuk sementara waktu.
4.      Jika hafalan diterima maka santri mengulangi hafalannya sekali lagi.



0 komentar :

Copyright @ 2013 Ats Tsaani .