Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Selasa, 05 April 2016

Filled Under:

Muroja’ah Kunci Sukses Dalam Menghafal al Qur’an



Muroja’ah Kunci Sukses Dalam
Menghafal al Qur’an
Oleh : Yuni Isnaini Barokah





Apa yang Anda ketahui tentang murojaah?
Muroja’ah secara kontinyu…mnguatkan hafalan.
Muroja’ah secara kontinyu…lebih penting dari hafalan itu sendiri.
Muroja’ahsecara kontinyu…itulah hakikat dari menghafal

Muroja’ah atau mengulang-ulang hafalan baik hafalan baru ataupun lama adalah hal yang terpenting dalam menghafal al Qur’an. Tidak mungkin bisa menghafal al Qur’an tanpa kontinyu melakukan muroja’ah. Jika kita tidak rajin muroja’ah maka lama kelamaan hafalan kita akan menghilang. Apalah artinya kita telah hafal al Qur’an sekian juz namun kita tidak mampu menghadirkannya dalam setiap kesempatan.  
Begitu pentingnya muroja’ah sehingga Rasulullah SAW bersabda :

“Jagalah al Qur’an ini, Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh al Qur’an itu lebih cepat terlepas dari pada unta yang terikat pada tali pengikat kakinya.” (HR. Muslim)

      Hadits tersebut memberikan isyarat pada kita agar kita senantiasa menjaga hafalan kita dengan cara muroja’ah. Ini bukanlah hal yang mudah. Terbukti banyak para penghafal al Qur’an yang terserang penyakit  “senang menambah hafalan baru tapi malas dalam muroja’ah.” Wal hasil saat disuruh untuk muroja’ah juz tertentu hafalannya belepotan tidak karuan alias tidak lancar.
Dalam muroja’ah, tidak cukup dengan membaca satu atau dua halaman sehari.  Karena hal ini tidak akan mampu membantu menguatkan hafalan. Jika seandainya kita hafal sepuluh juz maka kita harus mengkhatamkan muroja’ah semua hafalan dalam seminggu. Jika kita hafal 30 juz maka kita harus khatam muroja’ah dalam dua pekan atau minimal satu bulan.
Ada beberapa cara muroja’ah, hendaknya ini dilakukan semua agar memperoleh hasil yang maksimal, yaitu :
1)      Membacakan hafalan kepada hafizh lain.
2)      Membacanya dalam shalat.
3)      Membacanya untuk didengar sendiri dengan perlahan (bisa sambil beraktivitas seperti menyapu, mengendarai motor, dan lain sebagainya).
4)      Membaca mushaf sambil melihat.
5)      Mendengarkan kaset murottal al Qur’an.
Sedangkan faktor-faktor penunjang hafalan antara lain :
1)      Menjadi imam dalam shalat dengan tetap mengganti-ganti ayat yang dipilih untuk dibaca dalam shalat.
2)      Aktivitas mengajarkan al Qur’an.
3)      Ikut serta dalam program tahfizh dan muroja’ah.
4)      Memanfaatkan liburan dan waktu-waktu tertentu seperti bulan ramadhan dengan mengkhatamkan semua hafalan.
Jika kita mampu melakukan ini semua, yakni muroja’ah secara kontinyu insya Allah kita akan meraih kesuksesan dalam menghafalkan al Qur’an. Kita akan memperoleh hafalan yang mutqin atau dhabit yang siap dihadirkan kapanpun dalam suasana apapun.
(Dari berbagai sumber)

0 komentar :

Copyright @ 2013 Ats Tsaani .