Muroja’ah Kunci Sukses Dalam
Menghafal al Qur’an
Oleh : Yuni Isnaini Barokah
Apa yang Anda ketahui
tentang murojaah?
Muroja’ah secara kontinyu…mnguatkan hafalan.
Muroja’ah secara kontinyu…lebih penting dari hafalan itu sendiri.
Muroja’ah secara kontinyu…mnguatkan hafalan.
Muroja’ah secara kontinyu…lebih penting dari hafalan itu sendiri.
Muroja’ahsecara
kontinyu…itulah hakikat dari menghafal
Muroja’ah atau mengulang-ulang hafalan baik hafalan
baru ataupun lama adalah hal yang terpenting dalam menghafal al Qur’an. Tidak
mungkin bisa menghafal al Qur’an tanpa kontinyu melakukan muroja’ah. Jika kita
tidak rajin muroja’ah maka lama kelamaan hafalan kita akan menghilang. Apalah
artinya kita telah hafal al Qur’an sekian juz namun kita tidak mampu
menghadirkannya dalam setiap kesempatan.
Begitu pentingnya muroja’ah sehingga Rasulullah SAW
bersabda :
“Jagalah al Qur’an ini, Demi Dzat yang jiwa Muhammad
ada di tangan-Nya, sungguh al Qur’an itu lebih cepat terlepas dari pada unta
yang terikat pada tali pengikat kakinya.” (HR. Muslim)
Hadits
tersebut memberikan isyarat pada kita agar kita senantiasa menjaga hafalan kita
dengan cara muroja’ah. Ini bukanlah hal yang mudah. Terbukti banyak para
penghafal al Qur’an yang terserang penyakit
“senang menambah hafalan baru tapi malas dalam muroja’ah.” Wal hasil
saat disuruh untuk muroja’ah juz tertentu hafalannya belepotan tidak karuan
alias tidak lancar.
Dalam muroja’ah, tidak cukup dengan membaca satu atau
dua halaman sehari. Karena hal ini tidak
akan mampu membantu menguatkan hafalan. Jika seandainya kita hafal sepuluh juz
maka kita harus mengkhatamkan muroja’ah semua hafalan dalam seminggu. Jika kita
hafal 30 juz maka kita harus khatam muroja’ah dalam dua pekan atau minimal satu
bulan.
Ada beberapa cara muroja’ah, hendaknya ini dilakukan
semua agar memperoleh hasil yang maksimal, yaitu :
1)
Membacakan
hafalan kepada hafizh lain.
2)
Membacanya
dalam shalat.
3)
Membacanya
untuk didengar sendiri dengan perlahan (bisa sambil beraktivitas seperti
menyapu, mengendarai motor, dan lain sebagainya).
4)
Membaca
mushaf sambil melihat.
5)
Mendengarkan
kaset murottal al Qur’an.
Sedangkan
faktor-faktor penunjang hafalan antara lain :
1)
Menjadi
imam dalam shalat dengan tetap mengganti-ganti ayat yang dipilih untuk dibaca
dalam shalat.
2)
Aktivitas
mengajarkan al Qur’an.
3)
Ikut
serta dalam program tahfizh dan muroja’ah.
4)
Memanfaatkan
liburan dan waktu-waktu tertentu seperti bulan ramadhan dengan mengkhatamkan
semua hafalan.
Jika kita mampu melakukan
ini semua, yakni muroja’ah secara kontinyu insya Allah kita akan meraih
kesuksesan dalam menghafalkan al Qur’an. Kita akan memperoleh hafalan yang
mutqin atau dhabit yang siap dihadirkan kapanpun dalam suasana apapun.
(Dari berbagai sumber)

0 komentar :
Posting Komentar