BAgaimana prinsip-prinsip
muroja’ah yang benar?
Muroja’ah atau mengulang-ulang hafalan baik hafalan
baru ataupun lama adalah hal yang terpenting dalam menghafal al Qur’an. Tidak
mungkin bisa menghafal al Qur’an tanpa kontinyu melakukan muroja’ah. Rasulullah
SAW bersabda :
“Jagalah
al Qur’an ini, Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh al
Qur’an itu lebih cepat terlepas dari pada unta yang terikat pada tali pengikat
kakinya.” (HR. Muslim)
Dalam muroja’ah, tidak cukup dengan membaca satu atau
dua halaman sehari. Karena hal ini tidak
akan mampu membantu menguatkan hafalan. Jika seandainya kita hafal sepuluh juz
maka kita harus mengkhatamkan muroja’ah semua hafalan dalam seminggu. Jika
hafal 30 juz maka kita khatammuroja’ah dalam dua pekan atau minimal satu bulan.
Ada beberapa cara muroja’ah, hendaknya ini dilakukan
semua agar memperoleh hasil yang maksimal, yaitu :
1)
Membacakan hafalan kepada hafizh lain.
2)
Membacanya dalm shalat.
3) Membacanya untuk didengar sendiri dengan perlahan (bisa sambil
beraktivitas seperti menyapu, mengendarai motor, dan lain sebagainya).
4)
Membaca mushaf sambil melihat.
5)
Mendengarkan kaset murottal al Qur’an.
Sedangkan
faktor-faktor penunjang hafalan antara lain :
1)
Menjadi imam dalam shalat dengan tetap mengganti-ganti ayat yang
dipilih untuk dibaca dalam shalat.
2)
Aktivitas mengajarkan al Qur’an.
3)
Ikut serta dalam program tahfizh dan muroja’ah.
4) Memanfaatkan liburan dan waktu-waktu tertentu seperti bulan ramadhan
dengan mengkhatamkan semua hafalan.

0 komentar :
Posting Komentar