Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Jumat, 03 Januari 2014

Filled Under:

Bagaimana Prinsip - Prinsip Muroja'ah yang Benar ?

BAgaimana prinsip-prinsip muroja’ah yang benar?


Muroja’ah atau mengulang-ulang hafalan baik hafalan baru ataupun lama adalah hal yang terpenting dalam menghafal al Qur’an. Tidak mungkin bisa menghafal al Qur’an tanpa kontinyu melakukan muroja’ah. Rasulullah SAW bersabda :
“Jagalah al Qur’an ini, Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh al Qur’an itu lebih cepat terlepas dari pada unta yang terikat pada tali pengikat kakinya.” (HR. Muslim)

Dalam muroja’ah, tidak cukup dengan membaca satu atau dua halaman sehari.  Karena hal ini tidak akan mampu membantu menguatkan hafalan. Jika seandainya kita hafal sepuluh juz maka kita harus mengkhatamkan muroja’ah semua hafalan dalam seminggu. Jika hafal 30 juz maka kita khatammuroja’ah dalam dua pekan atau minimal satu bulan.
Ada beberapa cara muroja’ah, hendaknya ini dilakukan semua agar memperoleh hasil yang maksimal, yaitu :
1)      Membacakan hafalan kepada hafizh lain.
2)      Membacanya dalm shalat.
3)     Membacanya untuk didengar sendiri dengan perlahan (bisa sambil beraktivitas seperti menyapu, mengendarai motor, dan lain sebagainya).
4)      Membaca mushaf sambil melihat.
5)      Mendengarkan kaset murottal al Qur’an.
Sedangkan faktor-faktor penunjang hafalan antara lain :
1)      Menjadi imam dalam shalat dengan tetap mengganti-ganti ayat yang dipilih untuk dibaca dalam shalat.
2)      Aktivitas mengajarkan al Qur’an.
3)      Ikut serta dalam program tahfizh dan muroja’ah.

4)   Memanfaatkan liburan dan waktu-waktu tertentu seperti bulan ramadhan dengan mengkhatamkan semua hafalan.


0 komentar :

Copyright @ 2013 Ats Tsaani .