Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Kamis, 16 Januari 2014

Filled Under:

MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL – QUR’AN

MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL – QUR’AN
Oleh : Yuni Isnaini Barokah, S.Sos

MUQODDIMAH
Menanamkan rasa cinta pada al - Qur’an hendaklah dimulai sejak dini (masa kanak -kanak) karena masa kanak - kanak adalah masa pembentukan watak yang utama. Bila sejak dini telah ditanamkan kecintaan terhadap al - Qur’an maka benih - benih kecintaan itu akan mudah membekas pada jiwa sang anak dan kelak akan berpengaruh pada perilakunya sehari - hari. Berbeda bila kecintaan itu ditanamkan secara terlambat di masa dewasa tentu akan mengalami banyak kesulitan dan membutuhkan tenaga yang ekstra. Pepatah mengatakan :
            “Belajar di waktu kecil laksana mengukir di atas batu dan belajar di waktu besar laksana melukis di atas air.”
            Dalam makalah ini akan kami bahas mengenai tanda - tanda kecintaan pada al - Qur’an, tahapan mendidik anak mencintai al - Qur’an, media pendukung dan kendala dalam menumbuhkan cinta anak pada al - Qur’an, dan pahala bagi orang tua yang mendidik anaknya mencitai al – Qur’an.
TANDA – TANDA KECINTAAN PADA AL – QUR’AN
Kecintaan kita pada al – Qur’an tidak hanya sekedar membacanya namun mencakup semua hal yakni membacanya dengan tartil, menghafalnya, memahami dan mentadabburinya, mengamalkan dan mengajarkannya pada orang lain.           
Untuk mengetahui bahwa seseorang telah mencintai al - Qur’an maka dapat dilihat dari tanda - tanda berikut :
  1. Senang ketika bertemu dengannya.
  2. Duduk bersamanya dalam waktu yang cukup lama tanpa merasa jenuh.
  3. Rindu kepadanya ketika lama tidak bertemu dan terhalang beberapa rintangan yang menghadangnya. Dan ia sangat berharap untuk bertemu dengannya dan menelaahnya sambil berusaha menghilangkan rintangan - rintangan yang menghadangnya tersebut..
  4. Sering berdialog dengannya, percaya dengan arahan - arahannya dan selalu merujuk kepadanya berkaitan dengan masalah - masalah kehidupannya baik yang kecil maupun yang besar.
  5. Taat kepadanya baik dalam perintah maupun larangan.
Jika tidak ada tanda - tanda tersebut pada diri kita maka perlulah dipertanyakan pada diri kita
“Sungguhkah kita telah mencintai al - Qur’an?”
TAHAPAN MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL – QUR’AN
  1. Pada anak usia 2 tahun.
Pada usia ini anak tidak mungkin bisa menghafal al - Qur’an tetapi langkah - langkah untuk membuat anak jatuh hati pada al - Qur’an harus segera dimulai. Pada usia ini peran orang tua sebagai teladan menjadi sangat penting dan utama dalam mengarahkan perilaku anak. Untuk itu, hendaklah orang tua senantiasa melakukan aktivitas yang menunjukkan kecintaan pada al - Qur’an sehingga sang anak pun turut mencintai al - Qur’an.
  1. Pada anak usia 3 - 5 tahun.
Pada usia ini sangat penting untuk membentuk emosi manusia, menanamkan nilai, dan norma kehidupan. Pada usia ini anak harus diajarkan etika memperlakukan al - Qur’an, tidak boleh merobeknya, tidak boleh meletakkannya di lantai, tidak boleh meletakkan sesuatu di atasnya, tidak membawanya ke kamar kecil, tidak boleh menuliskan sesuatu dalam al - Qur’an, dan harus mendengarkan jika dibacakan al - Qur’an. Pada usia ini pula kita bisa memulai mengajarkan membaca al - Qur’an dengan benar.
  1. Pada anak usia 6 - 10 tahun.
Pada usia ini anak - anak masih di bawah perlindungan kaidah syariah “Perintahlah mereka pada usia 7 tahun dan pukullah mereka pada usia 10 tahun”. Pada tenggang waktu 7 sampai dengan 10 tahun, anak membutuhkan pendidikan, motivasi, pengajaran, dan bukan pemukulan atau hukuman.
  1. Pada anak usia 11 - 12 tahun.
Pada usia ini, kemampuan bersosial anak semakin luas dan hubungan antar anak semakin kuat dengan anggota masyarakat lain terutama dengan anak - anak sebaya. Dengan demikian, anak sudah siap bergabung bersama mereka di sekolah dan taman pendidikan al - Qur’an untuk belajar ilmu al - Qur’an. 
MEDIA PENDUKUNG UNTUK MENANAMKAN CINTA ANAK PADA AL – QUR’AN
            Beberapa media pendukung yang harus diperhatikan oleh para pendidik dalam menanamkan cinta anak pada al – Qur’an, antara lain :
  1. Kisah yang sesuai dengan anak dan mengandung pendidikan dan kejadian yang menarik dan membuat anak terpengaruh, sehingga akan membangun loyalitas mereka kepada al – Qur’an dan menimbulkan hubungan yang erat dengan al – Qur’an.
  2. Memberikan apresiasi kepada anak atas jerih payah yang telah mereka lakukan dalam menghafal al – Qur’an seperti : memberikan ucapan selamat, memberikan hadiah, mengajak refreshing, dan lain – lainnya,
  3. Anak – anak yang menghafalkan al – Qur’an sebaiknya mendapatkan perhatian yang lebih dari keluarga dari pada yang lain, sehingga mereka yang menghafal al – Qur’an merasa bahwa orang yang menghafal al – Qur’an mempunyai nilai tersendiri disbanding orang lain.
  4. Mengadakan musabaqoh atau perlombaan, dan lain – lainnya.
KENDALA DALAM MENANAMKAN CINTA ANAK PADA AL – QUR’AN
            Beberapa kendala yang sering kali muncul dalam upaya menanamkan cinta anak pada al – Qur’an, yakni :
  1. Kesalahan yang terjadi karena tidak memahami karakteristik pertumbuhan anak.
  2. Kurangnya metode dan model pembelajaran yang dilakukan pendidik sehingga membosankan.
  3. Pengaruh budaya dan informasi seperti TV sehingga melupakan kecintaan pada al – Qur’an.
  4. Paham dan aliran yang tidak benar pada sebagian pendidik, misalnya pemaksan, kekerasan dalam menghukum anak, akan mengganggu cinta anak pada al – Qur’an.
  5. Teman yang tidak baik sehingga merusak kepribadian anak.
  6. Tidak konsisten dalam perintah dan arahan menimbulkan cacat pada perasaan anak.
PAHALA MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL – QUR’AN
            Hadits Rasulullah SAW,
Tidaklah seseorang mengajarkan al – Quran kepada anaknya di dunia kecuali ayahnya pada hari kiamat dipakaikan mahkota surga. Ahli surga mengenalinya dikarenakan dia mengajari anaknya al – Qur’an sewaktu di dunia.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah r.a . Majma’uz –Zawaid jilid 4 hal 166).
PENUTUP
            Mengingat begitu pentingnya menanamkan kecintaan anak pada al – Qur’an maka tidak ada pilihan lain bagi kita selaku orang tua ataupun pendidik kecuali untuk bersegera mendidik mereka mencintai al – Qur’an. Semoga generasi penerus kita mampu menjadi genersi Qur’ani sehinga mampu menghadapi segala tantangan zaman seberat apapun. Amiin.
MAROJI’
Ahmad Syarifuddin, 2005, Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al – Qur’an, Gema Insani: Jakarta.
Khalid bin Abdul Karim, Kunci – Kunci Tadabbur Al – Qur’an, Pustaka An-Naba’: Surakarta

Sa’ad Riyadh, DR, 2007, Mengajarkan Al – Qur’an pada Anak, Ziyad: Surakarta.

0 komentar :

Copyright @ 2013 Ats Tsaani .