Metode Belajar di Rumah Tahfizh Ats Tsaani
Rumah tahfizh
Ats Tsaani adalah sebuah lembaga tahfizh non formal khusus muslimah yang ada di
daerah Sukoharjo tepatnya di Sidomulyo RT 01 RW 03 No.37 Makamhaji Kartasura.
Pendirian Rumah Tahfizh ini sebagai solusi bagi para muslimah yang memiliki
kesibukan tinggi namun punya keinginan untuk menghafal al Qur’an.
Dalam metode pengajarannya
menggunakan metode Step by Step dan Cara Belajar Santri Aktif. Metode Step by step adalah metode pembelajar secara bertahap disesuaikan
dengan kemampuan masing-masing santri.
Dengan demikian antara satu santri dengan
santri yang lain memiliki perbedaan dalam penentuan target hafalan. Bagi
yang bacaan al Qur’annya belum lancar biasanya sebelum menghafal disuruh untuk
menirukan bacaan ustadzah setelah itu baru disuruh menghafal bacaan tadi. Sedangkan
bagi yang bacaan al Qur’annya sudah lancar
bisa menghafal secara mandiri dan jika sudah hafal disetorkan ke ustadzah.
Adapun Metode Cara Belajar Santri Aktif (CBSA)
berarti menuntut keaktifan santri dalam belajar termasuk di antaranya menambah
hafalan dan muroja’ah sendiri di rumah serta melaksanakan tugas-tugas lainnya.
Sedangkan
dalam metode menghafal al Qur’an mengadopsi
dari metode al Qosimi. Metode al Qosimi adalah metode menghafal al Qur’an yang
dalam pelaksanaannya membaca minimal 40x
sebelum proses menghafal. Dengan demikian dalam metode al Qosimi ada tiga fase
dalam menghafal al Qur’an yaitu : fase
pertama membaca 40 kali, fase kedua menghafal, dan fase ketiga mengulangi
(muroja’ah).
Untuk
pelaksanaan membaca 40 kali ini mempunyai tiga tahapan atau tiga putaran yaitu: putaran pertama dibaca 20
kali, putaran kedua dibaca 10 kali, dan putaran ketiga dibaca 10 kali. Berikut
tabel cara membaca 40 kali.
|
Tahapan I
|
Tahapan II
|
Tahapan III
|
Total
|
|
Per 1 ayat baca 20 kali
|
Per 5 ayat atau persetengah halaman dibaca 10 kali
|
Per satu halaman dibaca 10 kali
|
40 kali
|
Setelah membaca 40 kali barulah
ayat-ayat tersebut dihafalkan. Bagi santri yang tidak istiqomah menggunakan
metode ini biasanya akan terlihat dari kualitas hafalannya saat setoran, sering
banyak kesalahannya alias terbata-bata. Sedangkan bagi yang istiqomah biasanya
bisa menghafal dengan lancar.
Pada saat setoran, terbagi dalam
tiga tahapan yaitu : Pertama, setoran ayat baru. Kedua, muroja’ah juz baru, dan
ketiga muroja’ah juz lama sekitar setengah juz sampai satu juz.
Demikianlah metode belajar di Rumah
Tahfizh Ats Tsaani. Semoga bermanfaat.

0 komentar :
Posting Komentar