Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Senin, 17 November 2014

PENDAFTARAN SANTRI TAHFIZH BARU


RUMAH TAHFIZH ATS TSAANI

Sidomulyo RT 01 RW 03 No.37 Makamhaji Kartasura. Telp.081329325141.
 Face book : rumah tahfizh ats tsaani . Blog : www.rumahtahfizhatstsaani.blogspot.com


“MEMBUKA PENDAFTARAN SANTRI TAHFIZH BARU

KHUSUS MUSLIMAH ANGKATAN KEDUA”



Pilihan Waktu Belajar

Pagi (08.30 – 11.00 WIB)              :  Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu
Sore (15.45 – 17.30 WIB)              :  Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at.

Syarat dan Tata Cara Pendaftaran

1.      Muslimah, punya komitmen tinggi untuk belajar tahfizh.
2.      Bisa Lancar Membaca Al Qur’an.
3.      Usia minimal 15 tahun, usia maksimal tidak terbatas.
4.  Cara mendaftar via SMS, ketik : Tahfizh*Nama Lengkap*Alamat*No Telephone*Pilihan Waktu Belajar, lalu kirim No Hp 081329325141 atau bisa juga dikirim via formulir kontak yang ada di www.rumahtahfizhatstsaani.blogspot.com paling lambat tanggal 25 Desember 2014 .
5.  Daftar Ulang langsung ke lokasi tanggal 2 Januari 2015.   Kuliah Perdana tanggal 11 Januari 2015.   Mulai aktif belajar tanggal 12 Januari 2015.


Rincian Biaya :

1.      Pendaftaran                : Rp 10.000,00
2.      Buku Pantauan           : Rp   5.000,00
3.      Buku Panduan             : Rp 10.000,00
4.      Kuliah Perdana           : Rp 10.000,00

5.      SPP                             : Infaq per datang sesuai kemampuan
      
      Perhatian: Jumlah santri yang diterima terbatas, so buruan daftar

      Denah Lokasi

















Senin, 03 November 2014

TESTIMONI DARI SANTRI TAHFIZH ANGKATAN PERDANA

TESTIMONI DARI SANTRI TAHFIZH

 ANGKATAN PERDANA




1.      Rosiena Retno Suryani (Pemilik Sanggar Kreativitas Nisrina)
Alhamdulillaah semenjak bergabung di rumah tahfidz Ats Tsaani, saya sekeluarga menjadi lebih semangat menghafal al Qur’an, semoga tidak hanya “one home one hafidz” tapi “one home all hafidz”.
Sebelum mengikuti kegiatan tahfidz Ats Tsaani, menjadi penghafal al Qur’an sepertinya hanya mimpi/angan-angan. Namun semenjak bergabung dengan rumah tahfidz Ats Tsaani, impian itu selangkah demi selangkah Insya Allah kan menjadi kenyataan.

2.      Ardhani Wishnu Adhityasanti (Alumni FISIP UNS)
Alhamdulillaah saya bisa belajar al Qur’an di lembaga ini. Karena lewat lembaga ini, menghafal al Qur’an menjadi mudah. Saya sebelumnya merasa kesusahan dalam menghafal karena tidak ada yang membimbing. Setiap sekolah tahfizh yang saya temui selalu tidak sinkron  dengan kegiatan saya. Tapi akhirnya saya menemukan lembaga ini, yang sesuai dengan kegiatan dan waktu yang saya miliki. Semoga lewat Rumah Tahfizh Ats Tsaani, cita-cita saya menjadi penghafal al Qur’an bisa terwujud.

3.      Dian Rosyidah (Guru)
Salah satu cita-cita saya adalah menjadi hafizhah apapun profesinya. Sedikit demi sedikit saya mulai menghafal. Pernah masuk ma’had tahfizh, tetapi karena kesibukan kuliah, kerja, dan sebagainya saya memutuskan mengundurkan diri dari ma’had tahfizh tersebut dan mencoba mandiri menghafal. Tanpa pembimbing ternyata sangat berat. Apalagi ditambah banyaknya kesibukan yang seakan-akan membuat tidak ada waktu menghafal. Tanpa ada motivasi dan ‘paksaan’ membuat hafalan saya tidak bertambah bahkan berkurang.
Alhamdulillaah, saya menemukan rumah tahfizh Ats Tsaani. Dengan waktu yang fleksibel dan ustadzah yang selalu memotivasi, saya kembali tersemangati untuk menghafal al Qur’an. Tentu ada rasa yang berbeda ketika semangat itu ada. Gembira, subhaanallaah…mak nyess rasanya. Harapan itu kembali ada. Semoga Allah SWT memberi barokah atas apa yang saya usahakan.

4.      Sarifah Ramli (Perawat asal Sulawesi)
Pengalaman baru dalam hidup itu merupakan proses yang alamiah. Ikut jadi peserta / anak didik rumah tahfizh hal yang sangat-sangat luar biasa dalam perubahan hidup. Berteman dengan wanita-wanita yang siap menjalankan perintah-Nya. Serta dapat bimbingan dari ustadzah yang begitu sabar dan semangat memperkenalkan kita denganal Qur’an.
Hal yang memotivasi saya untuk mempelajari agama dan memahami al Qur’an adalah orang tua. Saya ingin memberi tempat yang istimewa untuk orang tua kelak di akhirat yaitu syurga milik Allah SWT dengan cara menghafal dan memahami isi serta mengaplikasikan kandungan al Qur’an. Rumah tahfizh al Qur’an, Insya Allah dapat dengan mudah menghasilkan hafizh yang konsisten dengan hafalannya, walaupun hambatan dan tantangan pasti selalu ada.
Dengan kerjasama antar peserta didik rumah tahfizh Ats Tsaani semoga dapat memberi / menyebarkan virus tahfizh ke masyarakat secara universal.

5.      Nida’ul Khasanah (Ibu Rumah Tangga)
Saya ibu rumah tangga yang memiliki dua anak yang masih balita. Setiap hari disibukkan oleh anak. Mandiin anak, menyiapkan sarapan, pekerjaan rumah tangga, dan sebagainya. Kita sibuk dengan dunia. Pada hal kebutuhan dunia dan akhirat harus seimbang. Karena itu saya masuk rumah tahfizh Ats Tsaani.
Sebagaimana jasat membutuhkan makanan, ruh pun perlu  makanan pula. Makanan ruh bukan nasi goreng, sayur, buah, tetapi al Qur’an, dan semua ibadah yang ditujukan kepada Allah SWT semata. Sering kita bertanya “Sudah sarapan belum?” tetapi tidak pernah terlontar dari pikiran kita “Ruhmu sudah sarapan?” Pagi sudah terisi makanan. Tetapi ruh kita belum terisi kebutuhannya.
Mari isi ruh kita dengan al Qur’an. Perbaiki diri kita dengan mempelajari dan mengamalkannya. Niatkan dalam hati untuk menghafalnya dan kuatkan azam kita ketika kesempatan itu datang. Meski sulit, paksakan diri kita untuk melakukannya, ketika sering kita lakukan Insya Allah akan terbiasa, yang dulu berat dilakukan menjadi ringan.
Berpikir untuk bisa menghafal serasa sulit dilakukan, tetapi ketika kita baca, baca, dan baca lagi, semua akan terekam dalam kepala kita tanpa disadari.

6.       Siti Zulaikhah (Mahasiswi UMS)
Teringat perkataan Nabi dalam haditsnya, “Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar al Qur’an dan mengajarkannya”. Maka dari itu saya mengikuti belajar di rumah tahfizh Ats Tsaani. Dengan harapan saya bisa menjadi sebaik-baik makhluk. Menghafal al Qur’an adalah sebuah aktivitas yang mulia, di tengah kebanyakan manusia yang mengejar prestasi duniawi saja, maka dengan menghafal Qur’an ini semoga kita mengejar prestasi di hadapan Allah. Karena begitu banyaknya pahala membaca al Qur’an, yang satu hurufnya 10 kebaikan, pada hal untuk menghafalnya pastinya diulang-ulang sebanyak mungkin agar dapat berpindah ke memori otak.
Sudah lama saya ingin menghafal al Qur’an dengan menyetorkan hafalan. Karena dengan begitu ada semangat untuk menghafal. Jika hanya menghafal mandiri maka tidak akan tambah-tambah. Alhamdulillaah dipertemukan di FB tentang Rumah Tahfizh Ats Tsaani ini. Dengan berkumpul dengan orang-orang yang berkeinginan sama, yaitu menghafal al Qur’an karena Allah semoga akan terus memberi semangat diriku untuk terus memperbaiki diri. Dengan menghafal al Quran ini juga akan meningkatkan pemahaman Qur’an, karena dalam menghafal terkadang membaca artinya. Namun memang sangat kecil. Paling tidak kita berusaha untuk selalu mempelajari al Qur’an. Semoga semakin banyak ummat Islam yang mempelajari Qur’an dan menghafalkannya. Sehingga banyak yang faham Islam dan menjadi negeri yang aman, tentram, dan mendapat berkah dari Allah. Aamiin

7.      Umi Mai Saroh (Accaunting)
Rumah Tahfizh Ats Tsaani menginspirasi saya untuk terus menghafal al Qur’an, dengan ustadzah Yuni yang selalu sabar mendengarkan hafalan ataupun muroja’ah, semakin menambah semangat saya untuk memperbanyak hafalan.
Awalnya sempat malu sama teman-teman atau pun adik binaan kalau pas ngisi mentoring dan ikut ngaji karena hafalan sudah banyak yang hilang. Dan kini alhamdulillaah sudah percaya diri lagi kalau pas ketemu mereka. Dan paling seneng kalo ditunjuk jadi tasmi’ di tempat ngaji.
Selain menyetorkan hafalan baru di tiap pertemuan, ada juga muroja’ah hafalan yang kemarin, jadi semakin lancar aja hafalannya.
Dan di rumah tahfizh inilah bisa saya temukan kembali ghiroh untuk menambah hafalan. Di mana untuk seorang pekerja sangat susah waktunya. Tapi alhamdulillaah berkat kerja sama semuanya, saya bisa menjalaninya. Walaupun masih belum sesuai target tapi ini jauh lebih baik dari sebelumnya yang saya belum dapat teman untuk menyetorkan hafalan. Semoga ustadzah Yuni selalu diberi istiqomah dan kemudahan untuk melakukan kebaikan. Aamiin.

8.      Nur Rahmawati (Mahasiswi STAIMUS)
 Perjalanan itu berawal dari sini rumah tahfidz atsaani.
 Aku merupakan salah satu dari tholibat disana, ingin menjaga apa yang telah Allah anugrahkan kepadaku meski hafalan itu belumlah banyak tapi aku ingin menambahnya sedikit demi sedikit agar waktu dan usia ini semakin bermakna. Dengan diketuai bapak Muhammad Ismail dan ustadzah Yuni Isnaini Barokah yang senantiasa bersabar membimbing kami dalam menghafalkan disetiap ayat-ayat al qur’an. Kita bebas dalam memilih hari senin-jum’at satu kali dalam seminggu atau lebih dari itu. Meski kami menghafal dalam ruangan yang tidak begitu luas tetapi semakin bermakna dengan apa yang kita hafalkan. Tekad serta kemauan yang keras itulah modal utama dalam menghafalkan disetiap ayat-ayatNya. Bersama teman-teman seperjuangan kita mewarnai waktu dengan menghafal al qur’an dirumah tahfidz atsaani.

Dalam peribahasa arab mengatakan “al waqtu kassaif in lam taqtoqhu qoto’ahu” artinya waktu itu ibarat pedang yang jika kita tidak menebasnya maka kita akan tertebas, karena ia terus berjalan apabila kita berhenti maka kita yang akan tertinggal. Memanfaatkan waktu untuk mencari bekal dunia maupun akhirat mengisi waktu-waktu luang untuk membaca buku atau menghafalkan al qur’an.

Ketika al qur’an itu merupakan pedoman hidup manusia dimuka bumi lalu jika kita tidak memahami bagaimana kita akan tau arah tujuan hidup kita?

Menghafal al qur’an..

Jika kita bayangkan mungkin hal itu sangat sulit dan berat. Padahal dalam al qur’an surat al qomar ayat 17 dijelaskan

لَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Bahwasannya Allah telah memudahkan al qur’an itu untuk dipelajari, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Merasakan manisnya iman..

ketika membaca al qur’an hanya mengejar target rasanya akan berbeda dengan kita membaca al qur’an karena butuh, karena membaca dan menghafalnya dapat menutrisi hati kita yang mungkin sedang semakin mengering, karena menghafalkan dan mempelajarinya akan membuat kita semakin tau makna dan artinya sehinnga menjadikan kita semakin mencintaiNya.

9.      Arifah Septiana Utami (Guru)
Awalnya saya tidak suka dengan aktivitas menghafal. Kalau boleh jujur, saya pingin hafal 30 juz dalam al Qur’an. Tapi kalau disuruh menghafal rasanya beraaat sekaliii.Selalu ada alasan untuk tidak menghafalnya. Mungkin karena saya merasa sulit sekali untuk menghafal waktu itu, karena untuk mengingat satu ayat saja dan mengingatnya dalam jangka panjang itu sangat sulit, bagi saya waktu itu.
Tapi setelah bergabung dengan rumah tahfizh Ats Tsaani saya sedikit demi sedikit mulai senang menghafal.Walaupun dengan susah payah untuk menghafal tapi saya merasakan betul nikmatnya setelah kita berhasil menghafal atau mengingat satu ayat yang telah dihafal.
Di rumah tahfizh ats Tsaani pula saya dapat metode agar senang dan mudah untuk menghafal al Qur’an. Di sana saya mendapat motivasi untuk terus memuroja’ah hafalan saya. Dengan muroja’ah ini ayat yang sudah saya hafal tidak hilang lagi.
Saya bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberi wadah bagi saya untuk belajar menghafal al Qur’an. Harapannya rumah tahfizh ats Tsaani bisa terus exist dan banyak peminatnya. Aamiin.
Ada lagi, semoga melahirkan generasi-generasi penghafal al Qur’an. Aamiin.

10.  Rahmawati Nurviana (Mahasiswi Lughoh Ma’had Abu Bakar As Sidiq Surakarta)
Nama saya Rahmawati Nurviana. Saya seorang mahasiswi di ma’had. Kesan pertama ketika perdana ikut tahfizh di Rumah Tahfizh Ats Tsaani saat acara tasmi’ , begitu kental akan ukhuwah. Tidak terbayang sebelumnya yang ikut ada 21 orang. Dapat tambahan hafalan plus dapat tambahan teman.
Motivasi ikut tahfizh berawal dari acara TV yang menampilkan anak usia 5 tahun (Musa) tapi hafalannya hampir 30 juz. Rasanya itu tidak mungkin. Tapi itu benar adanya. Perasaan malu mulai muncul dalam hati. Malu pada Allah, yang sudah memberi waktu sekian tahun untuk hidup tapi saya sia-siakan. Malu pada anak usia 5 tahun tadi, karena usia saya yang menginjak 19 tahun juz 30 saja belum hafal, sedangkan musa sudah 30 juz. Subhaanallaah.
Selain itu, saya ingin menghadiahkan sebuah mahkota untuk orang tua kelak di akhirat. Insya Allah. Itu harapan terbesar dalam hidup saya.
Pesan untuk rumah tahfizh, semoga tetap istiqomah walaupun rintangan terus datang. Keep istiqomah.
“Hidup di dunia hanya sementara, dan tidak ada kesempatan kedua, maka itu teruslah berkarya, untuk mencetak pahala sebanyak-banyaknya, salah satunya yaitu dengan hafal al Qur’an.”

11.  Erwi Rochma P (Perawat di RS Ortopedi)
Alhamdulillaah….selama bergabung dengan rumah tahfizh Ats Tsaani, banyak kesan yang menyenangkan, ustadzah yang sabar, meskipun saya berkali-kali tidak masuk/setor hafalan, ustadzah tetap sabar. Teman-teman yang bersahabat juga saya dapatkan, meskipun jarang bertemu (mungkin karena saya sering ijin ya, he…he..). Belajar di Ats Tsaani juga murah meriah, biaya tidak jadi masalah utama, seikhlasnya.

12.  Qosiroh Tarfi’in (Mahasiswi Lughoh Ma’had Abu Bakar As Sidiq Surakarta)
Nama saya Qosiroh Tarfi’in, saya suka menghafal surat-surat dalam al Qur’an setelah mendengar murottal yang membuat hati saya tenang dan nyaman.
Awalnya saya menghafalkan sendiri dengan cara mendengarkan dan membaca surat yang akan saya hafalkan. Setelah waktu berjalan cukup lama, saya merasa bosan dalam menghafal, karena setiap surat yang kuhafalkan dan saat aku menghafal surat berikutnya, hafalan yang sebelumnya menjadi berantakan. Mungkin saat itu semangatku hilang, sampai akhirnya ada salah satu temanku yang menyarankan aku untuk ikut bimbingan tahfizh.
Disitulah saya mengenal Rumah Tahfizh Ats Tsaani. Sekarang semangatku untuk menghafal al Qur’an bertambah lagi. Karena selain bisa mengoreksi diri dari kesalahan saat membaca dan menghafal, di Rumah Tahfizh Ats Tsaani, di saat kita ingin menambah hafalan, sebelumnya kita harus memuroja’ah hafalan-hafalan sebelumnya yang sudah kita hafal. Karena dengan itukita bisa menambah hafalan dan hafalan kita yang sebelumnya tidak hilang begitu saja. Rumah Tahfizh Ats Tsaani memotivasiku untuk selalu membuatku terus menghafal dan terus menghafal.

13.   Nurul Hidayah (Terapis)
Ana Ibu Nurul, usia 40 tahun. Banyak orang mengatakan usia bukan penghalang untuk menghafal al Qur’an. Ana pun ikut berproses untuk membuktikannya. Selain itu, keinginan untuk mendapatkan syafaa’at al qur’an di hari akhir menjadi pendorong yang kuat untuk menghafal al Qur’an. Ana pun bergabung dengan rumah tahfizh Ats Tsaani.
Alasan ana memilih rumah tahfizh Ats Tsaani adalah pertimbangan (1) jarak. Posisi Rumah Tahfizh Ats Tsaani di lokasi yang strategis, dekat dengan jalan raya dan dekat dengan rumah ana. Ana membutuhkan kontuinitas untuk mengikat hafalan, jadi jarak tempuh menjadi perhatian ana. (2) kesesuaian waktu setoran. Sebagai ibu rumah tangga, di pagi apa sore hari tentunya repot, mengantar dan menemani anak pulang sekolah. Maka setoran yang agak siang ini, sekitar jam 8 lebih sampai dhuhur adalah sangat pas buat ana.
Walaupun ana bukan termasuk orang yang berhafalan lancar, bergabung di sini Insya Allah pelan dan pasti hafalan akan bertambah. Setiap setoran baru pasti diikuti dengan murojaah. Tak lupa metode tahsin dan kaidah tajwid selalu diterapkan.
            Suasana di sini penuh kekeluargaan, teman-teman yang muda belia, dengan bacaan lagu yang beragam senantiasa menambah kita untuk semangat. Marilah mulai bergabung di semester ini dan temukan rahasia sehat dan kembali muda dengan menghafal al Qur’an.

Sabtu, 01 November 2014

PROFIL SANTRI TAHFIZH ANGKATAN PERDANA DI RUMAH TAHFIZH ATS TSAANI

PROFIL  SANTRI TAHFIZH ANGKATAN PERDANA
DI RUMAH TAHFIZH ATS TSAANI

                Sebagaimana yang telah kami sampaikan sebelumnya, bahwa pada pendaftaran santri tahfizh angkatan perdana memperoleh santri sebanyak 21 orang, yaitu :
1.       Ardhani Wishnu Adhityasanti
2.       Arifah Septiana Utami
3.       Dian Rosyidah
4.       Dwi Mei supianti
5.       Erwi Rochma P
6.       Margini
7.       Muna Faiza Amatullaah
8.       Nida’ul Khasanah
9.       Nur Rahmawati
10.   Nurul Hidayah
11.   Qosiroh Tarfi’in
12.   Rahmawati Nurviana
13.   Rina Muji Rahayu
14.   Rosiena Retno Suryani
15.   Rustina
16.   Sarifah Ramli
17.   Sarwi Anwarituti
18.   Siti Zulaikhah
19.   Syamsiyah Ika Nurhayati
20.   Umi Mai Saroh
21.   Zulfanida Karunia Sari
Dari ke-21 santri tersebut dapat kami jelaskan bahwa :
1.       Berdasakarkan status pernikahannya maka sebagian besar santri angkatan perdana tergolong masih lajang. Namun selisih dengan yang sudah menikah hanya terpaut sedikit. Hal ini dapat dilihat pada diagram berikut ini :


2.       Berdasarkan tempat tinggal maka sebagian besar santri angkatan perdana berasal dari daerah Sukoharjo. Hal ini dapat dilihat pada diagram berikut ini;


3.       Berdasarkan usia maka sebagian besar santri angkatan perdana berusia 20 – 24,11 tahun. Hal ini dapat dilihat pada diagram berikut ini;



4.       Berdasarkan pekerjaan maka sebagian besar santri angkatan perdana mahasiswa . Hal ini dapat dilihat pada diagram berikut ini;


                Alhamdulillaah kegiatan belajar tahfizh sudah berjalan kurang lebih dua bulan. Sebagian besar santri memilih waktu belajar pagi hari yaitu pukul 09.30 sd 11.30 WIB. Perolehan juz terbanyak (selama dua bulan) adalah 3,5 juz yakni ibu Nuru. Walau usianya paling tua (40 Tahun) namun semangat belajarnya paling tinggi. Seminggu beliau biasanya masuk dua tiga kali. Semoga santri yang lain dapat meneladani beliau. Aamiin


Copyright @ 2013 Ats Tsaani .