Kegiatan
Belajar Mengajar Tahfizh sudah kami selenggarakan sekitar bulan Maret Tahun
2010 di bawah payung lembaga Islamic Study Club (ISC) Ats Tsaani. ISC Ats
Tsaani sendiri adalah sebuah lembaga milik pribadi yang bergerak di bidang
pendidikan, dakwah, ekonomi, dan sosial. Mengingat lembaga ini masih berupa
rintisan maka ISC Ats Tsaani belum memiliki struktur organisasi yang lengkap
dan baru bisa membuka program Tahfizh dan Bahasa Arab. Untuk program Tahfizh
ditangani sendiri oleh Ustadzah Yuni (pendiri ISC Ats Tsaani), sedangkan
program bahasa Arab mendatangkan pengajar dari luar.
Seiring
berjalannya waktu, ISC Ats Tsaani mengalami pasang surut. Bahkan karena
pertimbangan beberapa hal maka program bahasa Arab ditutup dan kini fokus pada
program tahfizh saja.
Sejak
tahun 2010 hingga akhir 2013, sudah tercatat 38 santri yang belajar tahfizh di
ISC Ats Tsaani. Adapun perkembangan tahfizh para santri selama kurang lebih
satu tahun dapat dilihat pada diagram berikut ini :
Dari
tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 38 santri, yang telah hafal juz 30
sebanyak 25 santri atau sekitar 66%. Ini adalah hasil yang cukup lumayan
mengingat para santri yang belajar tahfizh di ISC Ats Tsaani rata-rata adalah muslimah
yang memiliki kesibukan tinggi. Mereka datang hanya sepekan sekali, itu pun
jika tidak ada halangan. Untuk lebih mengetahui perkembangan tahfizh para
santri dapat pula dilihat pada diagram berikut ini :
Sedangkan
untuk mengetahui latar belakang para santri yang belajar tahfizh di ISC Ats
Tsaani dapat kita lihat dan cermati beberapa diagram berikut ini :
Dari
ketiga diagram tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kebanyakan santri yang
belajar tahfizh di ISC Ats Tsaani adalah para mahasiswi yang masih lajang yang
berdomisili di wilayah Sukoharjo.
Sebagaimana
yang sudah kami sebutkan di atas bahwa ISC Ats Tsaani mengalami pasang surut termasuk
dalam program tahfizh ini. Tidak sedikit para santri yang menemui berbagai
hambatan sehingga tidak bisa istiqomah di jalan tahfizh. Adapun beberapa hambatan
yang dialami para santri dapat kita lihat pada diagram berikut ini :
Dari
diagram tersebut dapat kita ketahui bahwa hambatan terbesar yang dialami para
santri adalah menikah dan kesibukan yang tinggi.
Sedangkan
beberapa hambatan yang dialami oleh ISC Atsaani adalah :
1. Belum memiliki gedung sendiri. Kegiatan Belajar Mengajar
tahfizh hanya menempati ruang kecil yang kurang representatif untuk belajar
tahfizh.
2. Tenaga pengajar terbatas. Saat ini pengajar tahfizh hanya
ustadzah Yuni.
3. Keterbatasan dana. Keterbatasan dana membuat kami sulit
untuk mengembangkan diri termasuk keinginan menambah staff pengajar belum bisa
direalisir.
4. Dan lain sebagainya.
Belajar dari pengalam di atas dan didorong keinginan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam pengelolaan tahfizh di ISC Ats Tsaani maka kami mendirikan Rumah Tahfizh Ats Tsaani. Semoga dengan penampilan baru ini menambah semangat baru pula dalam kegiatan tahfizh di ISC Ats Tsaani. Amiin.






0 komentar :
Posting Komentar