Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Selasa, 05 April 2016

Filled Under:

Agar Istiqomah di Jalan Tahfizh



Agar Istiqomah di Jalan Tahfizh

Oleh : Yuni Isnaini Barokah





Alhamdulillaah, ada sesuatu yang patut disyukuri akhir-akhir ini adalah semakin meningkatnya kesadaran ummat Islam khususnya di Indonesia akan pentingnya menghafal al Qur’an. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyak berdirinya Pesantren,Ma’had  atau Rumah Tahfizh serta sekolah-sekolah  berbasis Islam Terpadu yang menjadikan tahfizh sebagai program unggulannya.
            Namun demikian, ada sesuatu yang harus kita waspadai yaitu falsafah orang  jawa “Obor Blarak” yang artinya mung sawetara wae (semangat yang hanya menyala sebentar saja). Kalau secara kelembagaan  mungkin kita bisa optimis semangat itu akan senantiasa ada, namun kalau dilihat secara personal maka itulah yang sangat kita khawatirkan. Betapa banyak orang yang pernah hafal al Qur’an sekian  juz atau bahkan tiga puluh juz namun setelah beberapa lama hafalan itu sedikit demi sedikit berkurang atau bahkan hilang tak berbekas. Na’uudzubillaahi min dzaalik.
            Perlu diketahui bahwa karakterisrik  jalan tahfizh hampir sama dengan karakteristik jalan dakwah, yaitu : jalannya panjang, penuh onak duri (ujian) yang menanti, sedikit orang yang mau menempuhnya, namun banyak sekali pahala atau keutamaan yang akan didapat. Karena jalannya panjang dan banyak ujiannya, maka sering kali muncul berbagai problematika dalam menghafal al Qur’an antara lain :
1.         Jenuh menghafal.
Ketahuilah bahwasanya jalan menuju surga itu penuh dengan duri, dan orang-orang pilihan Allah adalah mereka yang mampu  menghadapi cobaan semacam ini. Ketika seseorang mengalami rasa jenuh dalam menghafal maka yang perlu dia lakukan :
  • Jangan menambah hafalan untuk sementara, cukup lakukan muroja’ah dari hafalan-hafalan yang sebelumnya. Atau kalau  memang tidak bisa memuroja’ah Karena pikiran terlalu penat cukup dengan membacanya saja, tetapi jangan sampai meninggalkan al-quran secara total.
  • baca dan tadabburi tafsir dari ayat-ayat yang telah dihafal atau yang ingin dihafal agar kita mengerti makna dari ayat-ayat tersebut sehingga timbul rasa cinta untuk menghafalnya, sebagaimana kata pepatah: “tak kenal maka tak sayang”.
  • Salah satu cara untuk mengembalikan semangat adalah dengan membaca kisah-kisah orang-orang pilihan seperti kisah para mujahidin pada zaman dahulu, ulama, raja-raja, dan lain-lain. tetapi jangan membaca buku yang tidak bermanfaat seperti majalah gossip, komik-komik, dan yang sejenisnya karena bacaan-bacaan seperti itu bukannya menambah semangat tetapi justru melalaikan, dan mengajak kita untuk berkhayal.
  • Dengarkan bacaan al-quran dari orang-orang yang dikaruniai suara yang merdu, baik itu melalui kaset murotal atau sesama teman.
  • Ketahuilah bahwa ayat yang paling sulit dihafal ketika kita berhasil menguasainya akan menjadi ayat yang paling sulit untuk hilang dari ingatan,karena dia akan mengeluarkan usaha yang sangat keras, begitu pula sebaliknya, ayat yang mudah untuk dihafal biasanya akan mudah hilang (orang bilang “easy come easy go”).
  • Lakukan sedikit olahraga.
  • Setelah pulih lanjutkan kembali hafalan.
2.      Cinta dunia dan terlalu sibuk dengannya.

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,  Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.”(Qs. 75:20,21).
Solusi : jadikanlah dunia di tanganmu bukan di hatimu, sadarilah akhirat itu jauh lebih indah dari kenikmatan dunia. Kurangilah aktivitas laghwu dan senantiasa berdo’a agar terlindung dari hal yang demikian.

3.      Tidak sabar, malas, dan berputus asa.
Solusi : mengingat urgensi dan keutamaan menghafal al Qur’an.

4.      Cepat mengantuk saat menghafal.
Solusi : Hindari makan terlalu banyak, berwudhu kemudian shalat 2 rekaat, berpindah tempat menghafal, beraktifitas sejenak untuk menghilangkan kantuk seperti menyapu, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

5.      Sulit konsentrasi saat muroja’ah.
Solusi : kosongkan pikiran dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Cari waktu dan tempat yang tepat untuk muroja’ah.

6.      Kesulitan saat bertemu dengan ayat mutasyabihah.
Solusi : Cari titik perbedaan, tandai dengan stabilo, kemudian diingat-ingat letak perbedaannya.

7.      Ingin cepat nikah.
Godaan terbesar dalam  tahfizh  adalah keinginan untuk menikah. Kebanyakan para calon  huffazh berguguran di jalan tahfizh karena masalah ini. Bagi yang ikut program khusus tahfizh maka hendaknya bertahan dari keinginan yang demikian dengan jalan ghadhul bashar, menjauhi segala rangsangan dalam bentuk apapun, serta memperkuat azamnya kembali untuk jadi seorang hafizh Qur’an.

8.      Mudah lupa.
Solusi : Mengulang-ulang sebanyak mungkin saat menambah hafalan minimal 40 kali dan senantiasa menjaganya denganmurojaah setiap waktu.

9.      Tidak mampu membaca dengan baik.
Solusi : Ikut program tahsin atau cari pembimbing untuk membetulkan bacaaan.

10.  Tidak mampu mengatur waktu.
Solusi : Buat jadwal harian dan target hafalan dan muroja’ah perhari. Jika sangat sibuk bisa muroja’ah sambil beraktivitas yang tidak membutuhkan konsentrasi seperti menyapu, mencuci, dan lain sebagainya.

11.  Banyaknya dosa dan maksiat.
Solusi: Segera bertaubat dan hindari segala bentuk kemaksiatan sekecil apapun.  Ingatlah! Sesungguhnya dosa dan maksiat akan melupakan hamba terhadap Al-Qur’an dan terhadap dirinya sendiri. Hatinya akan buta dari dzikrullah.
Imam asy-Syafi’i berkata:

Saya mengadu kepada Waqi’ buruknya hafalanku,
maka dia menasihatiku agar meninggalkan maksiat.
Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya,
dan cahaya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak diberikan kepada pelaku maksiat.


12.  Berambisi menghafal ayat-ayat yang banyak dalam waktu yang singkat dan pindah ke hafalan lain sebelum kokohnya hafalan yang lama.
Ini sering dilakukan para santri. Mereka tidak sabar untuk mengulang-ulang hafalannya dan terlalu terburu-buru untuk menambah hafalan baru. Nanti kita sendiri yang akan merasakan akibatnya yakni jadi berat saat muroja’ah dan seandainya kita telah selesai menyetorkan hafalan Qur’an, kita tidak mampu menghadirkannya setiap saat. Solusinya : bersabarlah dalam mengulang-ulang ayat baru. Sedikit penambahan hafalan tapi hafalannya lancar jauh lebih baik dari pada banyak hafalan barunya tapi tidak lancar atau banyak salahnya.

Agar kita mampu istiqomah dijalan tahfizh ini maka ada beberapa hal yang harus kita lakukan :

1.    Meluruskan niat.
Meluruskan niat adalah hal yang terpenting dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Sebagaimana sabda Rasulullaah SAW dalam hadits arba’in yang pertama :
“Segala sesuatu tergantung pada niatnya…….”
Jika kita menghafalkan al Qur’an maka niatkanlah untuk mencari ridho Allah SWT semata. Jangan karena ingin dianggap suci, pintar, disanjung, dan lain sejenisnya karena semuanya itu akan sia-sia belaka.
2.    Menguatkan azam.
Untuk menghadapi segala ujian dan rintangan dalam menghafalkan al Qur’an maka diperlukan azam atau  tekad yang kuat sehingga tidak mudah menyerah atau berputus asa. Azam yang kuat bisa diperoleh jika kita mengetahui keutamaan-keutamaan dalam menghafal al Qur’an baik di dunia maupun di akhirat. Keutamaan dalam menghafal al Qur’an ini telah kami sampaikan dalam edisi pertama.
3.    Mencari metode yang tepat.
Setiap orang mempunyai kecenderungan sendiri-sendiri dalam menentukan metode belajar yang tepat baginya. Ada yang mudah menghafal dengan membacanya berulang-ulang, ada yang lebih mudah hafal dengan mendengarkan murottal, dan ada yang lebih mudah  lagi dengan menuliskan ayat-ayat yang akan dihafal. Maka pilihlah metode yang tepat sesuai dengan kecenderungan Anda.
4.    Selalu berguru dan tergabung dalam lembaga tahfizh.
Jangan  terlalu percaya diri bahwa Anda mampu  menghafal secara mandiri. Sefasih apapun Anda dalam membaca al Qur’an dan sekuat apapun daya ingat Anda dalam menghafalkannya, Anda tetap perlu menyetorkan hafalan Anda pada seorang guru. Hal ini sangat penting karena untuk menghindari adanya kesalahan atau ayat-ayat yang terlewatkan. selain itu Anda juga harus senantiasa tergabung dalam lembaga tahfizh atau komunitas para penghafal al Qur’an. Hal ini sangat penting untuk menjaga semangat dalam menghafalkan al Qur’an dan untuk mendisiplinkan diri.
5.    Tetap muroja’ah dalam kondisi apapun.
Sesibuk apapun Anda, semalas atau secapek apapun Anda, Anda harus istiqomah dalam muroja’ah  harian. Sehari saja Anda tidak muroja’ah  maka hafalan mulai terasa berat apalagi  jika meninggalkan muroja’ah selama beberapa hari tentu hafalan terasa lebih berat lagi.
6.    Senantiasa berdo’a.
Allah SWT telah berfirman dalam Qs. Al Baqoroh ayat 186 :

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a apabila ia memohon kepadaku,……”

Karena itu, hendaklah kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar dipermudah dalam menghafalkan al Qur’an, diberi hafalan yang dhabit/lancar, dan diberi kemampuan untuk menjaganya hingga akhir hayat kita. Aamiin.

Itulah beberapa kiat agar kita bisa istiqomah dijalan tahfizh. Semoga kita bisa mengamalkannya.

(Dari berbagai sumber)

8 komentar :

Unknown mengatakan...

Izin save

Muhammad Abrar mengatakan...

Mantap kak

Unknown mengatakan...

Mantap kak

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum masya Allah izin save kak

Prima mengatakan...

Masyaallah semoga Istiqomah aamiin

Anonim mengatakan...

MasyaAllah syukron ilmunya

Unknown mengatakan...

Trimakasi banyak, saudara seiman ..

Retno Asih Widowati mengatakan...

Mantap us yuni..

Copyright @ 2013 Ats Tsaani .