Apa saja problematika yang muncul
saat tahfizh?
1)
Jenuh menghafal.
Ketahuilah bahwasanya jalan menuju
surga itu penuh dengan duri, dan orang-orang pilihan Allah adalah mereka yang
mampu menghadapi cobaan semacam ini. Ketika seseorang mengalami rasa
jenuh dalam menghafal maka yang perlu dia lakukan :
- Jangan menambah hafalan untuk sementara, cukup
lakukan muroja’ah dari hafalan-hafalan yang sebelumnya. Atau kalau memang
tidak bisa memuroja’ah Karena pikiran terlalu penat cukup dengan
membacanya saja, tetapi jangan sampai meninggalkan al-quran secara total.
- baca dan tadabburi tafsir dari ayat-ayat yang
telah dihafal atau yang ingin dihafal agar kita mengerti makna dari
ayat-ayat tersebut sehingga timbul rasa cinta untuk menghafalnya,
sebagaimana kata pepatah: “tak kenal maka tak sayang”.
- Salah satu cara untuk mengembalikan semangat
adalah dengan membaca kisah-kisah orang-orang pilihan seperti kisah para
mujahidin pada zaman dahulu, ulama, raja-raja, dan lain-lain. tetapi
jangan membaca buku yang tidak bermanfaat seperti majalah gossip,
komik-komik, dan yang sejenisnya karena bacaan-bacaan seperti itu bukannya
menambah semangat tetapi justru melalaikan, dan mengajak kita untuk
berkhayal.
- Dengarkan bacaan al-quran dari orang-orang
yang dikaruniai suara yang merdu, baik itu melalui kaset murotal atau
sesama teman.
- Ketahuilah bahwa ayat yang paling sulit
dihafal ketika kita berhasil menguasainya akan menjadi ayat yang paling
sulit untuk hilang dari ingatan,karena dia akan mengeluarkan usaha yang
sangat keras, begitu pula sebaliknya, ayat yang mudah untuk dihafal
biasanya akan mudah hilang (orang bilang “easy come easy go”).
- Lakukan sedikit olahraga.
- Setelah pulih lanjutkan kembali hafalan.
2)
Cinta dunia dan terlalu sibuk dengannya.
“Sekali-kali
janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan
dunia, Dan meninggalkan (kehidupan)
akhirat.”(Qs. 75:20,21). Solusi : jadikanlah dunia di tanganmu
bukan di hatimu, sadarilah akhirat itu jauh lebih indah dari kenikmatan dunia.
Kurangilah aktivitas laghwu dan senantiasa berdo’a agar terlindung dari hal
yang demikian.
3)
Tidak sabar, malas, dan berputus asa.
Solusi
: mengingat urgensi dan keutamaan menghafal al Qur’an.
4)
Cepat mengantuk saat menghafal.
Solusi
: Hindari makan terlalu banyak, berwudhu kemudian shalat 2 rekaat, berpindah
tempat menghafal, beraktifitas sejenak untuk menghilangkan kantuk seperti
menyapu, jalan-jalan, dan lain sebagainya.
5)
Sulit konsentrasi saat muroja’ah.
Solusi
: Lakukanlah shalat sunnah muthlaq, dan lakukanlah muroja’ah di dalamnya,
dengan suara jahar (untuk malam hari), atau suara sirr (untuk siang hari).
6)
Kesulitan saat bertemu dengan ayat mutasyabihah.
Solusi
: Cari titik perbedaan, tandai dengan stabilo, kemudian diingat-ingat letak
perbedaannya.
7)
Ingin cepat nikah.
Godaan
terbesar dalam tahfizh adalah keinginan untuk menikah. Kebanyakan para calon
huffazh berguguran di jalan tahfizh karena masalah ini. Bagi yang ikut program
khusus tahfizh maka hendaknya bertahan dari keinginan yang demikian dengan
jalan ghadhul bashar, menjauhi segala rangsangan dalam bentuk apapun, serta
memperkuat azamnya kembali untuk jadi seorang hafizh Qur’an.
8)
Mudah lupa.
Solusi
: Mengulang-ulang sebanyak mungkin saat menambah hafalan minimal 40 kali dan
senantiasa menjaganya denganmurojaah setiap waktu.
9)
Tidak mampu membaca dengan baik.
Solusi
: Ikut program tahsin atau cari pembimbing untuk membetulkan bacaaan.
10) Tidak mampu mengatur waktu.
Solusi :
Buat jadwal harian dan target hafalan dan muroja’ah perhari. Jika sangat sibuk
bisa muroja’ah sambil beraktivitas yang tidak membutuhkan konsentrasi seperti
menyapu, mencuci, dan lain sebagainya.

0 komentar :
Posting Komentar