Maklumat

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Sekedar informasi bahwa blog ini kami buat sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar tahfizh di rumah tahfizh Ats Tsaani sekaligus media informasi dan perekat hubungan kami dengan seluruh santri pada khususnya dan ummat Islam pada umumnya. Seluruh artikel yang ada dimaksudkan untuk berbagi ilmu sehingga diperbolehkan untuk copas asal menyebutkan sumbernya dan tidak untuk komersial. Harap maklum. Wassalaamu'alaikum Wr.Wb.

Selasa, 17 Desember 2013

Filled Under:

Apa saja problematika yang muncul saat tahfizh?

Apa saja problematika yang muncul saat tahfizh?

1)      Jenuh menghafal.
Ketahuilah bahwasanya jalan menuju surga itu penuh dengan duri, dan orang-orang pilihan Allah adalah mereka yang mampu menghadapi cobaan semacam ini. Ketika seseorang mengalami rasa jenuh dalam menghafal maka yang perlu dia lakukan :
  • Jangan menambah hafalan untuk sementara, cukup lakukan muroja’ah dari hafalan-hafalan yang sebelumnya. Atau kalau memang tidak bisa memuroja’ah Karena pikiran terlalu penat cukup dengan membacanya saja, tetapi jangan sampai meninggalkan al-quran secara total.
  • baca dan tadabburi tafsir dari ayat-ayat yang telah dihafal atau yang ingin dihafal agar kita mengerti makna dari ayat-ayat tersebut sehingga timbul rasa cinta untuk menghafalnya, sebagaimana kata pepatah: “tak kenal maka tak sayang”.
  • Salah satu cara untuk mengembalikan semangat adalah dengan membaca kisah-kisah orang-orang pilihan seperti kisah para mujahidin pada zaman dahulu, ulama, raja-raja, dan lain-lain. tetapi jangan membaca buku yang tidak bermanfaat seperti majalah gossip, komik-komik, dan yang sejenisnya karena bacaan-bacaan seperti itu bukannya menambah semangat tetapi justru melalaikan, dan mengajak kita untuk berkhayal.
  • Dengarkan bacaan al-quran dari orang-orang yang dikaruniai suara yang merdu, baik itu melalui kaset murotal atau sesama teman.
  • Ketahuilah bahwa ayat yang paling sulit dihafal ketika kita berhasil menguasainya akan menjadi ayat yang paling sulit untuk hilang dari ingatan,karena dia akan mengeluarkan usaha yang sangat keras, begitu pula sebaliknya, ayat yang mudah untuk dihafal biasanya akan mudah hilang (orang bilang “easy come easy go”).
  • Lakukan sedikit olahraga.
  • Setelah pulih lanjutkan kembali hafalan.
2)      Cinta dunia dan terlalu sibuk dengannya.

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,  Dan meninggalkan (kehidupan) akhirat.(Qs. 75:20,21). Solusi : jadikanlah dunia di tanganmu bukan di hatimu, sadarilah akhirat itu jauh lebih indah dari kenikmatan dunia. Kurangilah aktivitas laghwu dan senantiasa berdo’a agar terlindung dari hal yang demikian.

3)      Tidak sabar, malas, dan berputus asa.
Solusi : mengingat urgensi dan keutamaan menghafal al Qur’an.

4)      Cepat mengantuk saat menghafal.
Solusi : Hindari makan terlalu banyak, berwudhu kemudian shalat 2 rekaat, berpindah tempat menghafal, beraktifitas sejenak untuk menghilangkan kantuk seperti menyapu, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

5)      Sulit konsentrasi saat muroja’ah.
Solusi : Lakukanlah shalat sunnah muthlaq, dan lakukanlah muroja’ah di dalamnya, dengan suara jahar (untuk malam hari), atau suara sirr (untuk siang hari).

6)      Kesulitan saat bertemu dengan ayat mutasyabihah.
Solusi : Cari titik perbedaan, tandai dengan stabilo, kemudian diingat-ingat letak perbedaannya.

7)      Ingin cepat nikah.
Godaan terbesar dalam tahfizh adalah keinginan untuk menikah. Kebanyakan para calon huffazh berguguran di jalan tahfizh karena masalah ini. Bagi yang ikut program khusus tahfizh maka hendaknya bertahan dari keinginan yang demikian dengan jalan ghadhul bashar, menjauhi segala rangsangan dalam bentuk apapun, serta memperkuat azamnya kembali untuk jadi seorang hafizh Qur’an.

8)      Mudah lupa.
Solusi : Mengulang-ulang sebanyak mungkin saat menambah hafalan minimal 40 kali dan senantiasa menjaganya denganmurojaah setiap waktu.

9)      Tidak mampu membaca dengan baik.
Solusi : Ikut program tahsin atau cari pembimbing untuk membetulkan bacaaan.

10)  Tidak mampu mengatur waktu.

Solusi : Buat jadwal harian dan target hafalan dan muroja’ah perhari. Jika sangat sibuk bisa muroja’ah sambil beraktivitas yang tidak membutuhkan konsentrasi seperti menyapu, mencuci, dan lain sebagainya.

0 komentar :

Copyright @ 2013 Ats Tsaani .